KRISIS FINANSIAL MELANDA SFC
BELUM selesai masalah keuangan yang melanda beberapa klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2008, seperti Persija Jakarta maupun Persitara, kini kondisi serupa tengah dihadapi Sriwijaya FC. Juara bertahan Liga Indonesia musim lalu itu, tengah diambang kebangkrutan akibat krisis finansial yang menimpa klubnya.
Seperti yang diakui manajer Sriwijaya, Bariyadi, kondisi keuangan klubnya saat ini memang terkesan gali lubang, tutup lubang. Dari mulai uang muka pemain yang belum terbayarkan sampai gaji pemain yang lebih dari tiga bulan ini masih menunggak.
Total 30 % uang muka yang harus dibayarkan pihak klub kepada pemain, baru dilunasi sebesar 80 % saja. Sedangkan, sejak Maret lalu, para pemain masih belum sepenuhnya menerima gaji.
“Kami akui pembayaran pemain dan pelatih masih belum sepenuhnya terselesaikan,” papar Bariyadi, Kamis (24/7). “Dari total Rp 7 miliar dana APBD untuk musim lalu sudah habis Rp 4,5 juta untuk memutupi pengeluaran musim lalu. Sementara sisa Rp 2,5 juta, sudah habis juga untuk keperluan awal musim kemarin.”
“Untuk gaji pemain, sejak Maret lalu mereka belum menerima gaji yang menjadi haknya. Kalaupun ada kebutuhan mendesak dari pemain, terpaksa saya harus membantunya terlebih dahulu dengan uang pribadi saya,” lanjutnya.
Meski kondisi diakui tengah morat-marit, Bariyadi tetap meyakinkan seluruh pemain serta staf untuk optimis menghadapi ISL musim ini. Pihak manajemen berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menutupi kebutuhan tim untuk mengarungi kompetisi kali ini dengan berbagai cara.
Terlepas dari itu, Bariyadi tetap berharap ada pihak donatur yang mau meluangkan sedikit dana untuk membantu tim. Mau tidak mau, kelangsungan hidup Sriwijaya saat ini diyakininya sangat bergantung pada kucuran berupa dana maupun barang dari donatur tersebut.